GIANNI
God is merciful
Sabtu, 09 Maret 2019
JINAKKAN LIDAHMU
JINAKKAN LIDAHMU
Kapan terakhir kali kata-kata Anda membuat Anda dalam masalah? Pernahkah Anda mengatakan sesuatu yang Anda harap dapat Anda ambil kembali? Mungkin Anda pernah menerima komentar yang kejam atau tanpa pertimbangan dan merasa sakit hati atas seluruh insiden, apakah itu terjadi 10 menit yang lalu atau 10 tahun yang lalu.
Berkali-kali, Alkitab memperingatkan akan kekuatan besar yang dimiliki oleh kata-kata kita dan memanggil kita untuk bertindak dalam menjinakkan lidah kita. Yakobus terus-menerus memberi tahu kita bahwa percikan kecil dapat memulai api yang tak terpadamkan dan lidah, meskipun kecil, dapat meninggalkan jejak kehancuran yang serupa. Paulus mendesak jemaat untuk menghindari pembicaraan yang tidak bermanfaat dan hanya menggunakan kata-kata yang mempromosikan kebaikan, kebenaran, dan penyembuhan bagi pendengar. Dan tentu saja, Yesus memberi kita peringatan dalam Matius 12: 36-37, dengan mengatakan, “Tetapi Aku berkata kepadamu, bahwa untuk setiap kata yang tidak disengaja manusia dapat berbicara, mereka akan memberikan pertanggungjawaban pada hari penghakiman, karena dengan kata-katamu Anda akan dibenarkan, dan dengan kata-kata Anda, Anda akan dihukum.”
Jika dibiarkan, lidah kita bisa bergosip, berbohong, melebih-lebihkan, dan memfitnah. Kata-kata yang tidak dipikirkan atau jahat yang meluncur keluar dari organ yang kecil namun kuat ini dapat menyebabkan banyak kerusakan, namun kata-kata yang mendorong dan baik dapat menyembuhkan seseorang. Apa pun itu, kata-kata kami memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan seseorang, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya.
Tidak ada diantara kita yang sempurna. Kita akan memiliki saat-saat kelemahan yang tak terhitung jumlahnya di mana kata-kata kejam kita bisa meledak. Namun, kita harus selalu berusaha untuk mempertimbangkan kembali kata-kata kita dan menjinakkan lidah kita, seperti yang diajarkan Yesus dan Alkitab kepada kita. Berikut adalah 3 cara agar lidah Anda tetap terkendali:
Mengenali Kekuatan yang Dimiliki Kata-Kata Anda
Alkitab mengatakan bahwa kata-kata kita memiliki kekuatan untuk membangun seseorang dan kekuatan untuk menghancurkan dan menghancurkan seseorang. Amsal 12:18 mengatakan bahwa "kata-kata kasar kita seperti pedang ditusukkan, tetapi lidah orang bijak membawa kesembuhan." Ketika kita berbicara dengan gegabah - yaitu, tanpa berpikir - kita dapat membawa keputusasaan dan bahaya, bahkan jika kita tidak bermaksud untuk. Sebaliknya, kata-kata kita bisa memberi harapan dan kehidupan kepada orang lain. Bahkan Paulus berkata, dalam Efesus 4, bahwa kata-kata yang tepat, yang diucapkan pada waktu yang tepat dan dengan motif yang tepat, dapat mendorong, menantang, dan membawa kasih karunia kepada mereka yang mendengarnya. Sebelum Anda berbicara, ingatlah bahwa kata-kata Anda dapat berbuat baik atau membahayakan. Pilih untuk berbuat baik.
Pikirkanlah Sebelum Anda Berbicara
Seberapa sering Anda memikirkan apa yang akan Anda katakan selanjutnya ketika orang lain berbicara dengan Anda? Seringkali kita mendengarkan dengan setengah hati sesuatu yang seseorang katakan dan bereaksi tanpa memikirkan argumen atau sudut pandang mereka. Di sepanjang Kitab Amsal, kita diperingatkan untuk selalu berpikir dengan hati-hati sebelum berbicara, khususnya dalam Amsal 14: 3 - “Siapa pun yang menjaga mulutnya akan menyelamatkan hidupnya.” Mendengarkan dan mempertimbangkan dengan cermat adalah salah satu cara terbaik yang dapat kita tunjukkan dalam kebijaksanaan dan kebenaran. pemahaman, terutama dalam budaya kita saat ini. Dengarkan dengan sungguh-sungguh apa yang dikatakan seseorang kepada Anda, dan kemudian pikirkan apa yang akan Anda katakan sebelum Anda membuka mulut.
Menahan Diri dari Berbicara Saat Marah
Kemarahan mengaburkan penilaian kita. Sangat mudah untuk lepas kendali dan melepaskan serangan verbal pada mereka yang membuat kita marah, tetapi kita tidak pernah bisa mengambil kembali kata-kata itu. Salah satu dari banyak buah Roh adalah pengendalian diri, jadi mohonlah supaya Tuhan membantu Anda mengendalikan lidah kapan pun Anda marah. Sebelum Anda berbicara atau bertindak gegabah, luangkan beberapa menit untuk melarikan diri dari situasi ini, jika Anda bisa, dan kembalilah tenang. Seperti Amsal 15: 1 katakan kepada kita, "Jawaban yang lembut memalingkan amarah, tetapi kata yang keras membangkitkan amarah." Panggil Tuhan untuk membantu Anda menahan diri dari berbicara ketika Anda marah.
Kata-kata kita memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal besar atau menyebabkan kerugian besar. Mulut yang sama dapat dengan mudah menyanyikan lagu-lagu pujian, berdoa, atau membagikan Injil, dan itu juga dapat digunakan untuk memuntahkan kata-kata kotor, dusta, atau komentar menyakitkan. Mari kita bekerja setiap hari untuk menjinakkan lidah kita sehingga kita dapat saling membantu dan terus memuji Tuhan!
Kamis, 09 Agustus 2018
LAMBAIKAN TANGANMU?
LAMBAIKAN TANGANMU?
Matius 14:22-33
Cerita di dalam Matius 14:22-33 "Yesus Berjalan di Atas Air", merupakan cerita yang sangat berguna bagi kehidupan pada zaman ini.
"Ketika murdid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: 'Itu hantu!', lalu berteriak-teriak karena takut" ('26).
Anda harus mengingat, bahwa terkadang Tuhan datang dalam kehidupan Anda di saat Anda tidak mengharapkannya, di saat yang tidak Anda duga. Ia datang dan akan datang bisa saja dalam wujud yang Anda tidak kenal sehingga ada kemungkinan Anda menjadi takut sama seperti murid-murid dalam cerita tersebut.
"Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka; 'Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" ('27). "Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: 'Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air" ('28).
Yesus yang disangkakan oleh murid-murid-Nya sebagai hantu lalu berbicara kepada mereka. Suara yang sama yang selama ini mereka dengar siang dan malam, di tengah keramaian atau bahkan hanya mereka saja dengan Yesus, namun saat ini mereka bimbang, itu siapa.
Pertanyaannya, seberapa kenal Anda dengan suara Tuhan yang Anda sembah? Tuhan yang Anda imani? sudah cukup lama murid-murid bersama Yesus, namun mereka tidak terlalu kenal dengan suara itu. Sampai-sampai Petrus menanyakan langsung dalam keraguan "Tuhan, apabila Engkau itu?"
Meskipun demikian, Tuhan tetap mengabulkan permintaan Petrus. Ia pun berjalan di atas air. Ia pun melangkahkan kakinya keluar dari perahu dan meletakkan langkah pertamanya di atas air yang tidak memiliki alas keras untuk berpijak. Dalam keadaan normal, jika dipakai dengan ilmu fisika, maka Petrus tidak akan bisa berdiri apalagi berjalan di atas air tanpa tenggelam. Tapi, ia berhasil! Ia berjalan langkah demi langkah mendekati Yesus.
Ditengah perjalanannya, ia tenggelam. Kenapa? Apakah karena ilmu fisika mulai berlaku? Tidak. Apakah karena derasnya tiupan angin? Tidak.
Dalam kehidupan ini, Anda pun pasti akan menghadapi tiupan angin. Godaan-godaan yang memungkinkan Anda untuk jatuh tenggelam. Apakah itu yang menjatuhkan Anda? Tidak.
Yang menjatuhkan Petrus adalah pandangan matanya berpaling dari Yesus. Ketika ia melangkah menghampiri Yesus, matanya tak sedetikpun berpaling dari-Nya. Namun, di saat perjalanannya itu, di saat tiupan angin itu, di saat itulah matanya berpaling. Ia melihat teman-temannya akan kehebatannya bahwa ia bisa berjalan di atas air. Dan ia pun jatuh tenggelam.
Tetapi Petrus sadar. dan segera ia berteriak minta tolong.
Saat Anda menjalani kehidupan ini, pastikan bahwa setiap langkah yang Anda ambil, mata Anda tetap tertuju kepada Tuhan yang Anda sembah. Tuhan yang kepada-Nya Anda menaruh harap. Bukan godaan dan cobaan dunia yang menjatuhkanmu, tetapi pandangan matamu yang berpaling dari-Nya.
Kalaupun Anda jatuh, segeralah lambaikan tanganmu, berteiaklah (berteriak kepada Tuhan, bukan saudaramu, bukan kolegamu, bukan bosmu, bukan keluargamu, bukan suamimu, bukan isterimu, bukan orang lain) tetapi kepada Tuhan. Dibelakang Petrus ada banyak sahabat-sahabatnya. Di depannya hanya ada satu Oknum, yaitu Yesus yang menyuruhnya untuk berjalan ke arah-Nya. Dan Petrus hanya berteriak kepada Tuhan.
Jika teriakan minta tolongmu kepada Tuhan, maka Ia akan mengulurkan tangan-Nya, memegang tanganmu, dan mengangkat engkau. Tidak seperti orang tua yang ketika melihat anaknya sedang belajar berjalan, dan saatsang ibu melihat anaknya jatuh dan bahkan menangis, sang ibu membiarkan dengan alasan, gapapah, biar dia kuat biar cepat berjalan.
Ingat, Tuhan tidak seperti itu. Ketika Anda melambaikan tangan, berteriak minta tolong, maka tangan-Nya langsung diulurkan dan Ia akan memegang tanganmu dan mengangkat engkau kembali.
Salam,
Goodmeet Evergreen Malango
Matius 14:22-33
Cerita di dalam Matius 14:22-33 "Yesus Berjalan di Atas Air", merupakan cerita yang sangat berguna bagi kehidupan pada zaman ini.
"Ketika murdid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: 'Itu hantu!', lalu berteriak-teriak karena takut" ('26).
Anda harus mengingat, bahwa terkadang Tuhan datang dalam kehidupan Anda di saat Anda tidak mengharapkannya, di saat yang tidak Anda duga. Ia datang dan akan datang bisa saja dalam wujud yang Anda tidak kenal sehingga ada kemungkinan Anda menjadi takut sama seperti murid-murid dalam cerita tersebut.
"Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka; 'Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" ('27). "Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: 'Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air" ('28).
Yesus yang disangkakan oleh murid-murid-Nya sebagai hantu lalu berbicara kepada mereka. Suara yang sama yang selama ini mereka dengar siang dan malam, di tengah keramaian atau bahkan hanya mereka saja dengan Yesus, namun saat ini mereka bimbang, itu siapa.
Pertanyaannya, seberapa kenal Anda dengan suara Tuhan yang Anda sembah? Tuhan yang Anda imani? sudah cukup lama murid-murid bersama Yesus, namun mereka tidak terlalu kenal dengan suara itu. Sampai-sampai Petrus menanyakan langsung dalam keraguan "Tuhan, apabila Engkau itu?"
Meskipun demikian, Tuhan tetap mengabulkan permintaan Petrus. Ia pun berjalan di atas air. Ia pun melangkahkan kakinya keluar dari perahu dan meletakkan langkah pertamanya di atas air yang tidak memiliki alas keras untuk berpijak. Dalam keadaan normal, jika dipakai dengan ilmu fisika, maka Petrus tidak akan bisa berdiri apalagi berjalan di atas air tanpa tenggelam. Tapi, ia berhasil! Ia berjalan langkah demi langkah mendekati Yesus.
Ditengah perjalanannya, ia tenggelam. Kenapa? Apakah karena ilmu fisika mulai berlaku? Tidak. Apakah karena derasnya tiupan angin? Tidak.
Dalam kehidupan ini, Anda pun pasti akan menghadapi tiupan angin. Godaan-godaan yang memungkinkan Anda untuk jatuh tenggelam. Apakah itu yang menjatuhkan Anda? Tidak.
Yang menjatuhkan Petrus adalah pandangan matanya berpaling dari Yesus. Ketika ia melangkah menghampiri Yesus, matanya tak sedetikpun berpaling dari-Nya. Namun, di saat perjalanannya itu, di saat tiupan angin itu, di saat itulah matanya berpaling. Ia melihat teman-temannya akan kehebatannya bahwa ia bisa berjalan di atas air. Dan ia pun jatuh tenggelam.
Tetapi Petrus sadar. dan segera ia berteriak minta tolong.
Saat Anda menjalani kehidupan ini, pastikan bahwa setiap langkah yang Anda ambil, mata Anda tetap tertuju kepada Tuhan yang Anda sembah. Tuhan yang kepada-Nya Anda menaruh harap. Bukan godaan dan cobaan dunia yang menjatuhkanmu, tetapi pandangan matamu yang berpaling dari-Nya.
Kalaupun Anda jatuh, segeralah lambaikan tanganmu, berteiaklah (berteriak kepada Tuhan, bukan saudaramu, bukan kolegamu, bukan bosmu, bukan keluargamu, bukan suamimu, bukan isterimu, bukan orang lain) tetapi kepada Tuhan. Dibelakang Petrus ada banyak sahabat-sahabatnya. Di depannya hanya ada satu Oknum, yaitu Yesus yang menyuruhnya untuk berjalan ke arah-Nya. Dan Petrus hanya berteriak kepada Tuhan.
Jika teriakan minta tolongmu kepada Tuhan, maka Ia akan mengulurkan tangan-Nya, memegang tanganmu, dan mengangkat engkau. Tidak seperti orang tua yang ketika melihat anaknya sedang belajar berjalan, dan saatsang ibu melihat anaknya jatuh dan bahkan menangis, sang ibu membiarkan dengan alasan, gapapah, biar dia kuat biar cepat berjalan.
Ingat, Tuhan tidak seperti itu. Ketika Anda melambaikan tangan, berteriak minta tolong, maka tangan-Nya langsung diulurkan dan Ia akan memegang tanganmu dan mengangkat engkau kembali.
Salam,
Goodmeet Evergreen Malango
Rabu, 26 Juli 2017
SENDOK KITA DICURI PENDETA!
Suatu kali sebuah keluarga pebisnis yang terkenal kaya mengundang pendeta gereja mereka untuk membawakan acara syukuran di rumah dan akan ada makan bersama.
Undangan ini hanya kepada pendeta gereja itu saja.
Setelah ibadah kecil selesai dan acara makan bersama pun selesai, maka pendeta ini pulang ke rumahnya. Namun, ketika pendeta ini pulang, sang istri yang empunya rumah itu berakata kepada suaminya demikian, "Pa, sendok kita hilang satu.
Sendok kita dicuri pendeta."
Mendengar kejadian itu, sang suami pun hanya diam saja menenangkan sang istri bahwa itu hanya sebuah sendok saja. Dan peristiwa sendok hilang itu pun menjadi misteri sampai satu tahun.
Setahun kemudian, keluarga pebisnis ini mengundang kembali pendeta gereja dan sekaligus dengan seluruh anggota gereja
untuk mengadakan acara syukuran dan makan-makan bersama.
Tapi, kali ini berbeda, karena di saat suasana ramai seperti ini, sang istri ini menayakan kepada pendeta peristiwa satu tahun lalu. Ketika pendeta itu sedang mengantri di barisan untuk makan,
ibu ini dengan lantang menanyakan kepada pendeta di depan banyak anggota jemaat, "Pak pendeta, tahun lalu ketika pendeta makan di sini, sendok kami hilang satu. Pendeta bawa yah?"
Pendeta dengan santai menjawab sang ibu di depan ibu itu dan anggota jemaat, "Ibu, sendok ibu saya selipkan di dalam Alkitab
yang ibu berikan untuk saya pakai membacakan Ayat bacaan ketika ibadah kecil itu."
Sang ibu pun terdiam beserta suami dan seluruh isi keluarganya. Mereka menjadi malu di depan seluruh anggota jemaat, karena ketika mereka membuka Alkitab yang dimaksud oleh sang pendeta, mereka menemukan sendok yang hilang itu di dalamnya.
Pendeta itu pun tidak melanjutkan lagi perkataannya. Ia hanya berdiam saja.
Saudaraku, pelajaran dari cerita ini adalah... Sesibuk apapun Anda, luangkanlah sedikit waktumu bersama Tuhan melalui membaca Firman-Nya di dalam Alkitab. Jangan biarkan Alkitabmu menjadi pajangan di lemari bukumu, atau menjadi pajangan di dashboard mobilmu. Bacalah ia. Sentuhlah. Rasakan kedamaian di dalam hatimu ketika engkau membacanya. Berkat Tuhan pun akan mengalir di dalam kehidupanmu.
Selasa, 25 Juli 2017
Help Me Find My Place
There's a place for every worker in the vineyard of the Lord.
Where with all our powers united we can toil with one accord; there are needy hearts now waiting for the help which we can give. Let us guide them safely onward let us show them how to live.
There's a place, oh, may I find it where my mission I can fill. Be it humble of exalted, may I hold it with a will. Help to serve my generation with a heart of love and grace.
Help me, Lord, from this time onward find and occupy my place.
There's a place for every teacher in the Bible training school. Where our natures are made sweeter as we teach the golden rule. There's a call for loyal service, where we all may work and pray.
Let us then be up and doing, teaching men the Saviour's way.
There's a place for every Christian in the church which we should serve. Where we may uphold the standards and from duty never swerve. There are burdens to be lifted, there are hearts in pain and grief. Let us help the heavy laden, bringing comfort and relief.
Where with all our powers united we can toil with one accord; there are needy hearts now waiting for the help which we can give. Let us guide them safely onward let us show them how to live.
There's a place, oh, may I find it where my mission I can fill. Be it humble of exalted, may I hold it with a will. Help to serve my generation with a heart of love and grace.
Help me, Lord, from this time onward find and occupy my place.
There's a place for every teacher in the Bible training school. Where our natures are made sweeter as we teach the golden rule. There's a call for loyal service, where we all may work and pray.
Let us then be up and doing, teaching men the Saviour's way.
There's a place for every Christian in the church which we should serve. Where we may uphold the standards and from duty never swerve. There are burdens to be lifted, there are hearts in pain and grief. Let us help the heavy laden, bringing comfort and relief.
Rabu, 06 April 2016
KING OF THE NORTH: KETIKA KEADILAN SEAKAN LENYAP DARI BUMI
KING OF THE NORTH: KETIKA KEADILAN SEAKAN LENYAP DARI BUMI: "Tuhan, berkatilah dia. Mungkin dia perlu. Tapi Tuhan, berkatilah aku lebih. Buatlah aku untuk tidak cemburu melihat mereka berbuat de...
KETIKA KEADILAN SEAKAN LENYAP DARI BUMI
"Tuhan, berkatilah dia. Mungkin dia perlu. Tapi Tuhan, berkatilah aku lebih. Buatlah aku untuk tidak cemburu melihat mereka berbuat demikian, agar aku tidak berdosa."
ANDA MENCARI KEADILAN???
Mencari keadilan di atas bumi ini adalah hal yang mustahil untuk anda dapatkan. KEADILAN ITU MUTLAK MILIK ALLAH. Yand Adil itu udah pasti benar. KEBENARAN ITU ADALAH MUTLAK MILIK TUHAN.
Sebagai contoh: (saya bawakan dari segi pelajar, atau mahasiswa).
Saya yakin, anda pasti pernah masuk ke kantor bagian keuangan sekolah atau kampus anda. Tujuannya yah untuk meminta slip (surat) izin untuk mengikuti ujian. Tapi yang anda dapatkan adalah, anda ditolak karena masih memiliki hutang.
Pasti anda keluar dengan muka yang lesu mungkin pucat. Seperti semangat hilang dan seketika ia pergi tak tau kemana. Anda mungkin sedikit kecewa karena berharap mungkin ada kelonggaran dan kebaikan, namun tidak ada. Anda mungkin tersinggung atau bahkan sakit hati karena bukannya mendapatkan slip (surat) izin ujian, namun anda malah dapat nasehat yang panjang dan kata-kata yang menyayat hati.
Mungkin juga sempat terbersit dalam pikiran anda "dimanakah yang namanya kasih itu?"
Ketika anda masih memikir-mikirkan tentang "kasih" itu, anda melihat teman anda yang memiliki hutang jauh lebih banyak daripada hutang anda, namun ia bisa keluar dari kantor keuangan dengan membawa slip (surat) izin ujian.
Sontak anda akan kaget. "Hah? Kok bisa?" Mungkin pertanyaan itu yang langsung anda pikirkan. "Wah, ini namanya tidak adil. Kenapa dia bisa dapat, sedangkan aku tidak?" "Padahal kan hutangnya masih jauh lebih banyak dari hutangku?" "Apa karena dia memiliki hubungan kekeluargaan dengan kepala sekolah/rektor?" "Apa karena dia memiliki hubungan kekeluargaan dengan kepala keuangan itu?" Akan semakin banyak pertanyaan yang timbul, dan anda hanya bisa terdiam. Ingin berteriak TIDAK ADIL, namun suara itu hanya tertahan di ujung lidah.
Aku lahir di keluarga miskin. Aku mengatakan miskin, karena tidak pernah uang sekolah/kuliahku lunas di pertengahan semester. Bahkan di akhir semester menjelang ujian akhir, aku juga harus sedikit berusaha untuk membujuk kepala keuangan agar memberikan slip (surat) izin ujian.
Lahir di keluarga miskin sebenarnya bukanlah hal yang harus kupersalahkan. Aku yakin itu adalah rencana Tuhan yang terindah bagiku. Namun, jika hal ini terjadi, terkadang aku berkata dalam hati, "Tuhan, kenapa dia bisa dapat, sedangkan aku tidak?"
Kalau anda pernah mengalami hal yang sama, maka anda tak perlu lagi berpikir yang tidak-tidak. Tak perlu lagi mempersoalkan keadilan. Seandainya teman anda itu memiliki hubungan kekeluargaan dengan kepala sekolah/rektor atau kepala keuangan, biarkanlah itu.
Berdoalah demikian: "Tuhan, berkatilah dia. Mungkin dia perlu. Tapi Tuhan, berkatilah aku lebih. Buatlah aku untuk tidak cemburu melihat mereka berbuat demikian, agar aku tidak berdosa."
Minggu, 27 Maret 2016
HARI ULANG TAHUN YANG ALLAH INGINKAN
Saya yakin sih ngga ada orang yang ngga senang bila hari ulang tahunnya tiba. Banyak orang yang akan merasa senang jika hari ulang tahunnya tiba. Mereka akan menerima beberapa kado ulang tahun, ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman bahkan keluarga. Dan di hari ulang tahun itu juga, akan ada satu kado istimewa yang mereka tunggu-tunggu, baik itu dari teman atau keluarga.
Perayaan ulang tahun pada saat modern ini, sudah semakin istimewa, mewah, dan dilakukan dengan pesta yang besar-besaran bagi beberapa orang. Yang kaya akan melakukannya dengan peerayaan pesta yang besar, namun bagi yang miskin, mereka hanya mampu dengan perayaan kecil yang hanya bisa mengundang tetangga, bahkan bisa jadi hanya mampu merayakan ulang tahun di rumah sendiri saja tanpa mengundang siapa-siapa.
Sekarang kita melihat orang tua berusaha
sedapat-dapatnya memberikan hadiah kepada anak-anak mereka pada hari ulang
tahun anak-anak itu; mereka menjadikan hal ini suatu kesempatan untuk
menghormati anak itu seolah-olah kehormatan harus diberikan kepada manusia. Setan mempunyai caranya sendiri dalam hal ini; ia telah mengalihkan pikiran dan
pemberian kepada manusia; dengan demikian pikiran anak-anak dialihkan kepada
diri mereka sendiri, seakan-akan mereka dijadikan perhatian khusus.
Pada
kesempatan hari ulang tahun anak-anak (bahkan orang dewasa) harus diajar bahwa mereka mempunyai
alasan untuk bersyukur kepada Allah karena kemurahan-Nya dalam memelihara
kehidupan mereka selama setahun lagi. Dengan demikian pelajaran yang berharga
dapat diberikan. Untuk kehidupan, kesehatan, makanan, dan pakaian, tidak kurang
daripada untuk pengharapan hidup kekal, kita berutang budi kepada Pemberi
segala kemurahan; dan wajiblah kita mengakui Allah karena pemberian-Nya dan
memberikan persembahan pengucapan syukur kita kepada si pemberi kebajikan
terbesar itu. Persembahan hari ulang tahun ini diakui dari surga.
Ajarlah
mereka (yang berulang tahun) mengenang kembali tahun yang baru silam dalam kehidupan mereka,
mempertimbangkan apakah mereka akan senang menghadapi catatan sebagaimana yang
tertera di dalam buku-buku surga. Ajaklah mereka berpikir dengan serius untuk
mengetahui apakah perilaku mereka, perkataan mereka, perbuatan mereka, berkenan
kepada Allah. Sudahkah mereka menjadikan kehidupan mereka lebih menyerupai Allah, indah dan manis pada pandangan Allah? Ajarkanlah pengetahuan akan Tuhan,
jalan-jalan-Nya, ajaran-Nya kepada mereka.
Boleh saja untuk memberikan hadiah ulang tahun, namun bukan itulah yang menjadi perhatian utamanya. Perhatian utamanya adalah, bagaimana mereka (yang berulang tahun) dapat mengenak segala kebaikan Allah yang telah terjadi kepadanya setahun lalu. Apa komitmennya yang baru untuk satu tahun kedepan.
Semoga, hari ulang tahun anda dapat dilakukan dengan penuh ucapan syukur, mengenang kebaikan Allah pada kehidupan anda di tahun yang lalu, dan berjanji untuk berubah lebih baik di tahun berikutnya.
Semoga, hari ulang tahun anda dapat dilakukan dengan penuh ucapan syukur, mengenang kebaikan Allah pada kehidupan anda di tahun yang lalu, dan berjanji untuk berubah lebih baik di tahun berikutnya.
Langganan:
Komentar (Atom)














