"Tuhan, berkatilah dia. Mungkin dia perlu. Tapi Tuhan, berkatilah aku lebih. Buatlah aku untuk tidak cemburu melihat mereka berbuat demikian, agar aku tidak berdosa."
ANDA MENCARI KEADILAN???
Mencari keadilan di atas bumi ini adalah hal yang mustahil untuk anda dapatkan. KEADILAN ITU MUTLAK MILIK ALLAH. Yand Adil itu udah pasti benar. KEBENARAN ITU ADALAH MUTLAK MILIK TUHAN.
Sebagai contoh: (saya bawakan dari segi pelajar, atau mahasiswa).
Saya yakin, anda pasti pernah masuk ke kantor bagian keuangan sekolah atau kampus anda. Tujuannya yah untuk meminta slip (surat) izin untuk mengikuti ujian. Tapi yang anda dapatkan adalah, anda ditolak karena masih memiliki hutang.
Pasti anda keluar dengan muka yang lesu mungkin pucat. Seperti semangat hilang dan seketika ia pergi tak tau kemana. Anda mungkin sedikit kecewa karena berharap mungkin ada kelonggaran dan kebaikan, namun tidak ada. Anda mungkin tersinggung atau bahkan sakit hati karena bukannya mendapatkan slip (surat) izin ujian, namun anda malah dapat nasehat yang panjang dan kata-kata yang menyayat hati.
Mungkin juga sempat terbersit dalam pikiran anda "dimanakah yang namanya kasih itu?"
Ketika anda masih memikir-mikirkan tentang "kasih" itu, anda melihat teman anda yang memiliki hutang jauh lebih banyak daripada hutang anda, namun ia bisa keluar dari kantor keuangan dengan membawa slip (surat) izin ujian.
Sontak anda akan kaget. "Hah? Kok bisa?" Mungkin pertanyaan itu yang langsung anda pikirkan. "Wah, ini namanya tidak adil. Kenapa dia bisa dapat, sedangkan aku tidak?" "Padahal kan hutangnya masih jauh lebih banyak dari hutangku?" "Apa karena dia memiliki hubungan kekeluargaan dengan kepala sekolah/rektor?" "Apa karena dia memiliki hubungan kekeluargaan dengan kepala keuangan itu?" Akan semakin banyak pertanyaan yang timbul, dan anda hanya bisa terdiam. Ingin berteriak TIDAK ADIL, namun suara itu hanya tertahan di ujung lidah.
Aku lahir di keluarga miskin. Aku mengatakan miskin, karena tidak pernah uang sekolah/kuliahku lunas di pertengahan semester. Bahkan di akhir semester menjelang ujian akhir, aku juga harus sedikit berusaha untuk membujuk kepala keuangan agar memberikan slip (surat) izin ujian.
Lahir di keluarga miskin sebenarnya bukanlah hal yang harus kupersalahkan. Aku yakin itu adalah rencana Tuhan yang terindah bagiku. Namun, jika hal ini terjadi, terkadang aku berkata dalam hati, "Tuhan, kenapa dia bisa dapat, sedangkan aku tidak?"
Kalau anda pernah mengalami hal yang sama, maka anda tak perlu lagi berpikir yang tidak-tidak. Tak perlu lagi mempersoalkan keadilan. Seandainya teman anda itu memiliki hubungan kekeluargaan dengan kepala sekolah/rektor atau kepala keuangan, biarkanlah itu.
Berdoalah demikian: "Tuhan, berkatilah dia. Mungkin dia perlu. Tapi Tuhan, berkatilah aku lebih. Buatlah aku untuk tidak cemburu melihat mereka berbuat demikian, agar aku tidak berdosa."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar