Rabu, 26 Juli 2017

SENDOK KITA DICURI PENDETA!


Suatu kali sebuah keluarga pebisnis yang terkenal kaya mengundang pendeta gereja mereka untuk membawakan acara syukuran di rumah dan akan ada makan bersama.
Undangan ini hanya kepada pendeta gereja itu saja. 


Setelah ibadah kecil selesai dan acara makan bersama pun selesai, maka pendeta ini pulang ke rumahnya. Namun, ketika pendeta ini pulang, sang istri yang empunya rumah itu berakata kepada suaminya demikian, "Pa, sendok kita hilang satu. 
Sendok kita dicuri pendeta." 

Mendengar kejadian itu, sang suami pun hanya diam saja menenangkan sang istri bahwa itu hanya sebuah sendok saja. Dan peristiwa sendok hilang itu pun menjadi misteri sampai satu tahun.

Setahun kemudian, keluarga pebisnis ini mengundang kembali pendeta gereja dan sekaligus dengan seluruh anggota gereja 
untuk mengadakan acara syukuran dan makan-makan bersama.

Tapi, kali ini berbeda, karena di saat suasana ramai seperti ini, sang istri ini menayakan kepada pendeta peristiwa satu tahun lalu. Ketika pendeta itu sedang mengantri di barisan untuk makan
ibu ini dengan lantang menanyakan kepada pendeta di depan banyak anggota jemaat, "Pak pendeta, tahun lalu ketika pendeta makan di sini, sendok kami hilang satu. Pendeta bawa yah?"

Pendeta dengan santai menjawab sang ibu di depan ibu itu dan anggota jemaat, "Ibu, sendok ibu saya selipkan di dalam Alkitab 
yang ibu berikan untuk saya pakai membacakan Ayat bacaan ketika ibadah kecil itu."

Sang ibu pun terdiam beserta suami dan seluruh isi keluarganya. Mereka menjadi malu di depan seluruh anggota jemaat, karena ketika mereka membuka Alkitab yang dimaksud oleh sang pendeta, mereka menemukan sendok yang hilang itu di dalamnya. 

Pendeta itu pun tidak melanjutkan lagi perkataannya. Ia hanya berdiam saja. 

Saudaraku, pelajaran dari cerita ini adalah... Sesibuk apapun Anda, luangkanlah sedikit waktumu bersama Tuhan melalui membaca Firman-Nya di dalam Alkitab. Jangan biarkan Alkitabmu menjadi pajangan di lemari bukumu, atau menjadi pajangan di dashboard mobilmu. Bacalah ia. Sentuhlah. Rasakan kedamaian di dalam hatimu ketika engkau membacanya. Berkat Tuhan pun akan mengalir di dalam kehidupanmu.

 

1 komentar:

  1. dia kan pake alkitab yang satunya lagui buwang, jadi ngak dibukanya lah alkitab yang diselipin itu.

    BalasHapus