Kamis, 09 Agustus 2018

LAMBAIKAN TANGANMU?

LAMBAIKAN TANGANMU?

Matius 14:22-33

Cerita di dalam Matius 14:22-33 "Yesus Berjalan di Atas Air", merupakan cerita yang sangat berguna bagi kehidupan pada zaman ini.

"Ketika murdid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: 'Itu hantu!', lalu berteriak-teriak karena takut" ('26).

Anda harus mengingat, bahwa terkadang Tuhan datang dalam kehidupan Anda di saat Anda tidak mengharapkannya, di saat yang tidak Anda duga. Ia datang dan akan datang bisa saja dalam wujud yang Anda tidak kenal sehingga ada kemungkinan Anda menjadi takut sama seperti murid-murid dalam cerita tersebut.
"Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka; 'Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" ('27). "Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: 'Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air" ('28).

Yesus yang disangkakan oleh murid-murid-Nya sebagai hantu lalu berbicara kepada mereka. Suara yang sama yang selama ini mereka dengar siang dan malam, di tengah keramaian atau bahkan hanya mereka saja dengan Yesus, namun saat ini mereka bimbang, itu siapa.

Pertanyaannya, seberapa kenal Anda dengan suara Tuhan yang Anda sembah? Tuhan yang Anda imani? sudah cukup lama murid-murid bersama Yesus, namun mereka tidak terlalu kenal dengan suara itu. Sampai-sampai Petrus menanyakan langsung dalam keraguan "Tuhan, apabila Engkau itu?"
Meskipun demikian, Tuhan tetap mengabulkan permintaan Petrus. Ia pun berjalan di atas air. Ia pun melangkahkan kakinya keluar dari perahu dan meletakkan langkah pertamanya di atas air yang tidak memiliki alas keras untuk berpijak. Dalam keadaan normal, jika dipakai dengan ilmu fisika, maka Petrus tidak akan bisa berdiri apalagi berjalan di atas air tanpa tenggelam. Tapi, ia berhasil! Ia berjalan langkah demi langkah mendekati Yesus.

Ditengah perjalanannya, ia tenggelam. Kenapa? Apakah karena ilmu fisika mulai berlaku? Tidak. Apakah karena derasnya tiupan angin? Tidak.

Dalam kehidupan ini, Anda pun pasti akan menghadapi tiupan angin. Godaan-godaan yang memungkinkan Anda untuk jatuh tenggelam. Apakah itu yang menjatuhkan Anda? Tidak.
Yang menjatuhkan Petrus adalah pandangan matanya berpaling dari Yesus. Ketika ia melangkah menghampiri Yesus, matanya tak sedetikpun berpaling dari-Nya. Namun, di saat perjalanannya itu, di saat tiupan angin itu, di saat itulah matanya berpaling. Ia melihat teman-temannya akan kehebatannya bahwa ia bisa berjalan di atas air. Dan ia pun jatuh tenggelam.

Tetapi Petrus sadar. dan segera ia berteriak minta tolong.
Saat Anda menjalani kehidupan ini, pastikan bahwa setiap langkah yang Anda ambil, mata Anda tetap tertuju kepada Tuhan yang Anda sembah. Tuhan yang kepada-Nya Anda menaruh harap. Bukan godaan dan cobaan dunia yang menjatuhkanmu, tetapi pandangan matamu yang berpaling dari-Nya.
Kalaupun Anda jatuh, segeralah lambaikan tanganmu, berteiaklah (berteriak kepada Tuhan, bukan saudaramu, bukan kolegamu, bukan bosmu, bukan keluargamu, bukan suamimu, bukan isterimu, bukan orang lain) tetapi kepada Tuhan. Dibelakang Petrus ada banyak sahabat-sahabatnya. Di depannya hanya ada satu Oknum, yaitu Yesus yang menyuruhnya untuk berjalan ke arah-Nya. Dan Petrus hanya berteriak kepada Tuhan.

Jika teriakan minta tolongmu kepada Tuhan, maka Ia akan mengulurkan tangan-Nya, memegang tanganmu, dan mengangkat engkau. Tidak seperti orang tua yang ketika melihat anaknya sedang belajar berjalan, dan saatsang ibu melihat anaknya jatuh dan bahkan menangis, sang ibu membiarkan dengan alasan, gapapah, biar dia kuat biar cepat berjalan.

Ingat, Tuhan tidak seperti itu. Ketika Anda melambaikan tangan, berteriak minta tolong, maka tangan-Nya langsung diulurkan dan Ia akan memegang tanganmu dan mengangkat engkau kembali.


Salam,
Goodmeet Evergreen Malango